Pages

Banner 468 x 60px

 

Sabtu, 07 Desember 2019

KOMUNIKASI PERAWAT

0 komentar

Sobat nurse, tau gak sih kenapa perawat harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik?


Dalam melakukan pelayanan keperawatan tentu saja kita sebagai seorang perawat akan berintraksi langsung dengan pasien. setiap pasien memiliki karakter yang berbeda, dan respon yang berbeda terhadap pelayanan kita sebagai seorang perawat. Tentu saja kita ingin memberikan pelayan yang terbaik untuk pasien kita, maka dari itu kita harus memperhatikan kualitas pelayan keperwatan yang kita berikan. Kualitas pelayanan keperawatan menentukan respon dari pasien itu sendiri, dan komunikasi berperan besar dalam kualitas pelayan keperawatan.

Komunikasi anatara perawat dengan pasien, keluarga pasien, maupun tenaga medik yang lain haruslah baik, terutama terhadap pasien. Ada beberapa bentuk bentuk komunikasi di dalam dunia keperwatan, diantaranya:

1. Komunikasi Intrapersonal




Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang berada didalam diri yang biasa kita sebut sebagai kata hati atau perasaan batin. Didalam dunia medis keperawatan, seorang perawat harus memiliki jenis komunikasi ini. Tujuannya adalah untuk membuat perawat secara cepat dan sadar dapat merasakan, melihat, menangkap serta mengetahui kondisi pasien tanpa harus berbicara dengannya. Contohnya adalah ketika seorang perawat melihat seorang pasien sedang termenung, melamun, atau menengadah kelangit-langit, maka perawat akan merasakan dan mengetahui bahwa pasien tersebut sedang gundah, risau atau sedang memikirkan sesuatu.

2. Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih didalam sebuah kelompok kecil. Misalnya perawat dengan pasien yang didampingi oleh anggota keluarga pasien. Komunikasi ini berlangsung secara tatap muka, atau dapat pula menggunakan berbagai media komunikasi. Tujuannya adalah untuk memberikan penjelasan mengenai penyakit yang diderita pasien, melakukan perawatan, memberikan obat, atau melakukan tindakan medis seperti pengambilan sample darah, rambut, memasang infus, melakukan suntik, dan sebagainya.

Namun untuk melakukan komunikasi yang satu ini, perawat harus mampu untuk menjadi pendengar yang baik, berbicara dengan lembut, dapat menunjukkan sikap peduli atau empati hingga mampu untuk memberikan motivasi, humor dan becandaan.


3. Komunikasi Massa





Penggunaan komunikasi massa dalam keperawatan secara tidak langsung akan memberikan kemampuan kepada perawat agar perawat dapat menentukan dimana posisinya, kapan harus berbicara, kapan harus mendekat atau menjauh, kapan harus berada ditengah, dibelakang atau didepan dan lain sebagainya. Selain itu, komunikasi ini secara tidak langsung akan mengajarkan perawat untuk menguasai dirinya, menjaga intonasi dan volume suara, mengajarkan perawat untuk menggunakan bahasa tubuh hingga mengajarkan perawat agar mampu untuk memberikan motivasi.


4. Komunikasi Kelompok




Komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. komunikasi antar kelompok dalam keperawatan sangatlah penting. Komunikasi kelompok initerjadi pada saat penyerahan tugas dari dinas pagi ke dinas siang, dari dinas siang ke dinas malam dan sebagainya untuk kepentingan pelayanan klien.


5. Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi merupakan bentuk pertukaran pesan antara unit-unit komunikasi yang berada dalam organisasi tertentu. Organisasi sendiri terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi melibatkan manusia sebagai subyek yang terlibat dalam proses menerima, menafsirkan, dan bertindak atas informasi. Dalam keperawatan komunikasi organisasi sangat penting karena berhuhubungan dengan sertifikasi dan memfasilitasi registrasi lisensi yang ditangani oleh PPNI. Adapun untuk pelaporan suatu masalah yang berhubungan dengan profesi dapat dilaporkan ke organisasi keperawatan salah satunya PPNI. Maka dari itu komunikasi organisasi sangat penting.

 6. Computer Mediated Communication




Komunikasi antara orang-orang dengan melalui media perantara berbasis komputer dan internet, omunikasi ini memanfaatkan media-media di Internet seperti Instagram, Website mupun yang lainya. Salah satu contohnya yaitu akun instagram @perawatid dimana akun Instagram tersebut membahas berbagai macam hal yang berhubungan dengan keperawatan. Dengan computer mediated communication kita bisa lebih up to date tentang info info maupun kejadian seputar keperwatan.



Nah, udah tahukan bentuk-bentuk komunikasi di dunia keperawatan? Ada juga loh teknik teknik penyampaian komunikasi di dalam keperawatan, teknik teknik ini digunakan agar kita lebih dekat dengan pasien kita sehingga pelayanan yang kita berikan berkualitas dan dapat memuaskan pasien sehingga proses pemulihan kesehatan pasien lebih cepat.

Berikut ini merupakan teknik-teknik yang digunakan dalam berkomuikasi:


1. Bahasa Data/Rasional

Bahasa Data/Rasional, didasarkan pada anggapan bahwa manusia adalah mahluk rasional; meyakinkan orang lain dengan pendekatan logis atau penyajian bukti-bukti ilmiah.

Contohnya kita menjelaskan bahwa berbaring atau diam terlalu lama tanpa ada pergerakan seperti pada penderita stroke akan menyebabkan ulkus dekubitu disitu kita haru menyertakan data atau penjelananya (dengan menceritakan bahwa kamu mempelajarinya/membaca di jurnal)



2. Bahasa Emosional

Bahasa yang digunakan dapat menyentuh hati khalayak dan dapat menyentuh empati seseorang. Bahasa emosional dapat disampaikan dengan cara:
Gunakan bahasa yang penuh muatan emosional untuk melukiskan situasi tertentu.
Hubungkan gagasan dengan unsur-unsur visual dan nonverbal yang membangkitkan emosi, misalnya perusahaan akan mengumpulkan sumbangan untuk korban banjir dengan menampilkan foto-foto yang melukiskan penderitaan mereka
Tampakkan pada diri komunikator petunjuk nonverbal yang emosional, misalnya, suara yang bergetar, air muka yang melankolis, dan mata yang berkaca-kaca.


3. Bahasa Rasa Takut

Menggunakan pesan yang informasinya mencemaskan, atau meresahkan. Gunakan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan karakteristik khalayak (kepribadian), jenis pesan, dan kredibilitas komunikator. Contohnya “Ibu ayo di makan obatnya, kalau ga dimakan nanti perutnya sakit lagi kaya tadi”

4. Bahasa Reward

Menggunakan bahasa yang menjanjikan mereka mendapatkan sesuatu yang mereka perlukan, mereka inginkan, atau mereka butuhkan. Reward tidak selalu berupa uang atau materi, tetapi bisa berupa kepuasan, ketenangan, dan yang lainya. Contohnya “ adek kalau nanti adek udah sehata adek bisa main lagi sama temen temen makanya sekarang minum dulu ya obatnya”

5. Bahasa Motivasi

Menggunakan imbauan yang menyentuh kesadaran dalam jiwa seseorang. Contohnya “ ayo semanga lemburnya ada seseorang yang nunggu di rumah”



Gimana nih udah taukan gimana pentingnya dan teknik komunikasi dalam keperawatan? Semoga dengan paparan diatas kita sebagai seorang perawat dapat menerapkanya dan dapat meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. Yuk budayakan berkomunikasi dengan baik ya!
Read more...

Kamis, 05 Desember 2019

PENTINGNYA MENGETAHUI KEPRIBADIAN DIRI

0 komentar
Sobat Nurse, tau gak sih kenapa kepribadian itu penting?

 "The Good Life Is a Process, not a state of being. 
It Is a Direction, not a Destination"

Filsuf terkemuka Aristoteles mengatakan bahwa orang yang tidak dapat hidup di dalam masyarakat atau orang yang merasa tidak membutuhkan sesamanya karena sudah merasa mumpuni sendiri, maka ia pasti seekor binatang buas atau seorang dewa. Selain sebagai makhluk individu, manusia menurut kodratnya juga merupakan makhluk sosial. Kedua sifat kodrat individual manusia tidak mungkin berkembang di luar hubungan sosial sesamanya. Demikian ia tidak mungkin mengembangkan hubungan sosialnya jika ia sendiri tidak menjadikan dirinya seorang manusia.
 

Kepribadian ialah sifat hakiki yang unik sebagai hasil interaksi timbal balik antara dirinya dengan lingkungan yang tercemin pada sikap yang membedakan dirinya dengan orang lain dan Pengembangan Kepribadian adalah Pengembangan sifat hakiki seseorang ke arah yang lebih baik demi terbentuknya suatu bentuk kepribadian diri yang dapat di terima oleh lingkungannya dalam segala situasi kehidupan.


Namun, bukan hal mudah untuk dapat melakukan langkah-langkah Pengembangan Kepribadian tersebut, demi keberhasilan pengembangan  kepribadian di perlukan tekad dan kesadaran akan manfaatnya. Kunci keberhasilannya terletak pada berusaha dengan sekuat tenaga dan selanjutnya berharap kekuatan Tuhan sebagai sumber segala kekuatan.Pengembangan kepribadian memberikan peran yang sangat besar kepada anda  dalam rangka meningkatkan kualitas diri pribadi, kualitas hubungan dengan orang lain agar anda mampu berhubungan dengan lingkungan, semangat untuk selalu menaikan kapasitas da kualitas kepribadian anda sehari hari, akan mendorong anda untuk mengembangkan kepribadian kea rah yang lebih baik. Semakin baik kepribadian anda dalam memberikan pelayanan kepada orang lain maka anda akan memberikan peran yang semakin besar terhadap penciptaan hubungan yang baik antar orang, orang dengan organisasi, dan organisasi dengan organisasi. Pada akhirnya akan saling menguntungkan satu dengan yang lain.


Secara umum, pengembangan kepribadian bertujuan memperbaiki kualitas kepribadian bertujuan memperbaiki kualitas kepribadian secara langsung maupun tidak langsung melalui kegiatan menciptakan pola berpikir yang positif setiap hari, sehingga setiap orang akan mencapai derajat kehidupan yang lebih baik dari hari – hari sebelumnya, dikarenakan dampak pola piker positif yang dihasilkan dari pengembangan kepribadian yang positif setiap hari, yang dilakukan oleh seseorang.


Berikut Merupakan bentuk-bentuk kecerdasan manusia yang dapat mendukung kualitas kepribadian seseorang : 1. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient – IQ)

IQ adalah kemampuan nalar, atau pikiran orang sering menyebutnya dengan kemampuan Otak Kiri. Yaitu kemampuan kita untuk mengetahui, memahami, menganalisis, menentukan sebab akibat, berpikir abstrak, berbahasa, memvisualkan sesuatu.

2. Kecerdasan Emosional (Emotional Qoutient - EQ)

EQ merupakan kecerdasan emosi, yang erat kaitannya dengan kemampuan mengontrol perasaan diri sendiri, mengenali perasaan orang lain, adaptasi, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan komitmen.

3. Kecerdasan Spriritual (Spiritual Quotient – SQ)

SQ merupakan arus utama dalam kajian dan diskusi folosofis dan psikologis. Kecerdasan spiritual merupakan pusat dan paling mendasar di antara kecerdasan lainnya, karena dia menjadi sumber bimbingan atau pengarahan bagi tiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan kita akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.

4. Kecerdasan Menghadapi Tantangan (Adversitas Quotient - AQ)

AQ adalah kemampuan seseorang saat menghadapi segala kesulitan. Beberapa orang mencoba untuk tetap bertahan menghadapi kesulitan tersebut, sebagian orang lainnya mudah takluk dan menyerah. AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stolz dalam AQ membedakan 3 tingkatan AQ dalam masyarakat :

-Tingkat Quitrers ( orang yang berhenti )

Qoitrers adalah orang yang paling lemah AQ nya. Ketika ia menghadapi masalah ia langusung berhenti dan menyerah.

-Tingkat Campers ( orang yang berkemah )

Orang yang memiliki tingkay Campers memiliki AQ sedang. Ia merasa cukup dan puas dengan apa yang dicapainya dan ia tidak ingin lebih maju.

-Tingkat Climbers ( orang yang mendaki )

Climbers adalah orang yang ber-AQ tinggi dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

5. Kecerdasan Kreativitas (Creativitty Quotient)

CQ (creativity quotient) adalah kecerdasan yang berhubungan dengan kreativitas. Di sini, kreativitas yang dimaksud berhubungan dengan potensi untuk menciptakan penemuan baru di bidang ilmu atau teknologi. 
Orang dengan CQ tinggi umumnya memiliki kemampuan memproduksi banyak ide. Mereka mampu berpikir out of the box dan menghasilkan penemuan baru. Gak hanya memproduksi ide, mereka juga mampu menguraikan ide dengan rinci. 




Read more...

Rabu, 04 Desember 2019

PERAWAT INSPIRATIF

0 komentar

5 KISAH PERAWAT INDONESIA YANG SANGAT INSPIRATIF

1. Syaifoel Hardy, Perawat Berkelas Dunia

Syaifoel Hardy, merupakan perawat asal Indonesia yang berhasil menorehkan berbagai prestasi di tingkat Nasional maupun Internasional.

Mengawali karir nya dimulai sejak dari seorang lulusan SPK sampai melanglang buana ke luar negeri  UEA, Kuwait, Qatar untuk menjadi perawat. Dan saat ini ia menjadikan dirinya sebagai sosok yang inspiratif bagi generasi muda Indonesia khususnya perawat.

Saat ini ia juga mendirikan sebuah lembaga pelatihan yang bernama Indonesia Nursing Trainers (INT) yang saat ini anggotanya berjumlah 20.643. Melalui lembaga tersebutlah kini ia telah berhasil memberikan pelatihan kepada ribuan calon perawat agar dapat menjadi perawat yang tidak biasa yakni merubah diri menjadi perawat yang luar biasa.

Tidak hanya lewat lembaga, beliau juga memberikan teladan inspiratifnya melalui kepiawaiannya dalam  menulis di sosial media dan beberapa buku yang berhasil diterbitkan. diantaranya Enjoying Nursing, From Qatar to Indonesia, Nursing : The Sleeping Giant, Diaspora Nursing  Indonesia The Poor Litle Richdan masih banyak lagi karya-karya lainnya.

Saat ini ia mengantongi beberapa penghargaan yang beliau terima adalah Diaspora Award Winner, Los Angeles, 2012, Life Achievement Award, PPNI Qatar 2012, Al Hasbah Award, Qatar Petroleum 2012 dan lain-lain. Melalui slogannya "More Than Just Nursing" perawat Indonesia diharapkan mempunyai nilai lebih, lebih dari sekedar perawat.

2. Laksamana Muda TNI Christina Rantetana, SKM, MPH, Laksamana Perempuan Indonesia Pertama dijajaran TNI AL 

 

 


Laksamana Muda TNI Christina M. Rantetana, SKM, MPH merupakan Perempuan paruh baya kelahiran Mengkendek yang mengawali masa kecilnya di Toraja hingga langkahnya memasuki pendidikan militer yang tanpa rencana. 

 
Bagi Christina muda yang baru menjejak di Makassar untuk melanjutkan karir di Angkatan Laut tak pernah timbul dalam benaknya. Setelah menyelesaikan pendidikan perawat pada 1978, keinginan terbesar dalam hidupnya hanyalah mengejar karir menjadi seorang kepala perawat di sebuah rumah sakit. Alasannya sederhana, karena ia senang melihat sesuatu yang bersih dan rapi. Di samping itu ada rasa bangga bila melihat kepala perawat berjalan keluar masuk bangsal rumah sakit untuk memeriksa ruangan. 

Kini, dirinya adalah seorang perwira tinggi yang menyandang bintang dua di pundaknya dari jejeran Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL) setelah dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio pada 28 Juni 2013 lalu di Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur. Saat ini Sang laksamana telah mengakhiri masa baktinya, dengan jabatan terakhir tercatat sebagai Staf Ahli Menkopolhukam RI Bidang Ideologi dan Konstitusi.

Peremuan masa kini tidak hanya mengurus rumah tangga, namun perlu maju untuk menyalurkan potensi yang dimiliki. Berni mencoba dan menyampaikan pendapat dapat memperpanjang langkah perempuan untuk berkarya. 


3. Yared & Ria : Kisah Sukses Perawat Indonesia di Sanjo, Jepang

 

 


Ria dan Yared bekerja di RS Sannocho di Kota Sanjo, Prefektur Niigata setelah lulus ujian nasional keperawatan Jepang. Keberhasilan ini patut dibanggakan karena hanya Ria, Yared, dan Lalin Ever Gammed (perawat Filipina) yang lulus ujian nasional untuk perawat asing, dari 254 peserta ujian, atau hanya sekitar 1.2% persentase kelulusan.


Dalam upaya pembinaan masyarakat Indonesia di Jepang, Wakeppri KBRI Tokyo, Ronny P. Yuliantoro, didampingi oleh Minister Counsellor Ekonomi dan Sekretaris Ketiga Penerangan, telah datang ke Sanjo dan bertatap muka dengan Ria dan Yared. Beliau mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tersebut karena telah melewati ujian yang begitu sulit. Ujian nasional keperawatan Jepang dilaksanakan sepenuhnya menggunakan huruf Kanji, termasuk istilah teknis medis. Selain itu substansi ujian juga termasuk mengenai sistem kesehatan Jepang, seperti asuransi dan peraturan perundangan di bidang kesehatan.

Kedatangan perawat Indonesia di Jepang ini terwujud dalam kerangka Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Dalam acara yang diliput oleh beberapa TV dan media cetak itu, hadir pula Walikota Sanjo, Isato Kunisada, serta Direktur dan staf RS Sannocho. Walikota Kunisada yang turut berbahagia dengan kelulusan Ria dan Yared, memberikan hadiah berupa gunting kuku steel, yang merupakan hasil manufaktur Sanjo City yang berkualitas tinggi. Bagi Walikota, kelulusan dua perawat Indonesia ini turut dirasakan sebagai kesuksesan Sanjo karena semakin dikenal sebagai kota yang baik untuk ditinggali dan bersahabat dengan orang asing.

Keduanya juga dipesankan agar memberikan “ganbatte” atau semangat bagi teman-teman perawat Indonesia lainnya yang belum berhasil. Ketika ditanyakan bagaimana perasaannya, Yared berucap,“Saya gugup sekali, tapi hari ini saya sangat bahagia.”
Ria menambahkan, “Kami menjadi dikenal di Sanjo. Di supermarket pun kami disalami karena mereka melihat liputan tv.”

4. Rina Mulyani, Mengabdi di Tengah Hutan Listen

 

 


Rina Mulyani, tinggal bersama masyarakat Desa Listen,sebuah kampung yang berada di tengah hutan rimbah penuh dengan keterbatasan, serta kampung yang tidak memiliki akses jalan yang memadai ini Rina tetap mengabdikan diri sebagai tenaga medis dengan gedung kesehatan yang kini rusak, serta fasilitas seadanya seperti alat medis dan perlengkapan mobiller.



Sudah 4 tahun ia menjalani tugasnya sebagai perawat Desa Listen dengan suka duka yang tentu saja sudah banyak dialaminya.Walaupun bukan seorang Bidan, Rina juga harus melayani persalinan bagi ibu-ibu di desa itu. Namun semuanya dilakukan dengan keterbatasan peralatan medis. Bahkan  disaat obat-obatannya sudah habis, ia terpaksa harus berjalan kaki selama satu hari penuh dengan jarak 60 km menyusuri hutan menuju dinas kesehatan untuk mengamrah obat-obatan. Selain itu, sarana seperti meja dan tempat tidur untuk memeriksa pasienpun ia tidak punya.
Menurutnya, penyakit yang sering ditanganinya adalah penyakit Ispa, TB serta penyakit kusta. Baginya semua sudah menjadi tugasnya sehingga ia tidak pernah berharap imbalan dari masyarakat. 
“Saya ikhlas membantu masyarakat. Namun yang menjadi kendala saat ini yaitu obat-obatan. Karena sampai sekarang obat untuk penyakit kusta dan TB sangat sedikit sekali. Padahal, masyarakat disini sangat rentan sekali terkena penyakit kusta dan TB,”ungkap wanita berjilbab ini. 

5. Yanti Turang, Seorang Perawat menjadi Tokoh Masa Depan Australia 

 


 Yanti Turang seorang perawat berdarah Indonesia yang sekarang tinggal di New Orleans (AS) masuk dalam salah satu tokoh muda Australia masa depan karena berbagai kegiatannya di bidang kesehatan di Indonesia lewat organisasi bernama Learn To Live Global.

Yanti Turang adalah salah seorang dari 19 warga muda Australia yang masuk dalam sebuah buku bernama Future Chasers yang akan diluncurkan oleh Departemen Perdagangan Internasional Australia bertepatan dengan peringatan Australia Day. Dari 19 orang tersebut, 15 diantaranya sekarang masih berdomisili di Australia dan empat lainnya termasuk Yanti Turang berasal dari Indonesia, Sri Lanka, India dan Malaysia. Yanti mengatakan bahwa ia menerima penghargaan tersebut karena sebelumnya ia
menerima penghargaan Young Achiever Award dari La Trobe University.

Yanti yang ayahnya berasal dari Sulawesi Utara dan ibunya asli Australia ini memang menempuh pendidikan di bidang keperawatan di La Trobe University di Victoria dan tamat tahun 2009 di bidang kajian Bahasa Indonesia.

Di tahun 2011, Yanti mendirikan sebuah organisasi bernama LearnToLive sebuah organisasi kemanusiaan untuk memberikan layanan kesehatan dan pendidikan bagi komunitas di Indonesia, tempat asal ayahnya.

Di tahun 2012, Yanti bersama dengan tim dokter, perawat dan yang lainnya mendatangi beberapa kawasan di Sulawesi Utara seperti Sapa, Beringin, Likupang, dan Bunaken. dalam membantu masyarakat di sana memperbaiki ; taraf kehidupan mereka.


Atas kerja sosial ini dan juga kegiatannya sebagai perawat di Amerika Serikat, di tahun 2012, Yanti pernah terpilih sebagai 100 Perawat Terbaik untuk negara ; bagian Louisiana. 


Nah sobat nurse, itu beberapa kisah perawat asal Indonesia yang sangat menginspirasi. Dan sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah perawat lainnya yang juga sangat inspiratif. Semoga menginspirasi sobat Nurse di Indonesia.


Writer : Putri Karisa
Editor : Putri Karisa 
 
 
Read more...

CARA SUKSES MEMANAJEMEN WAKTU BAGI PERAWAT

0 komentar

Hallo Sobat Nurse, tau gak sih kenapa perawat harus punya manajemen waktu yang baik?





Waktu sangat menentukan apa saja yang akan kita lakukan. Didalam dunia kerja, waktu sangatlah diperhitungkan. Keberhasilan suatu kegiatan membutuhkan pengelolaan waktu yang tepat. Begitupun dengan profesi keperawatan.



Salahsatu faktor penentu keberhasilan seseorang dapat dilihat dari penggunaan waktu secara efektif atau efektivitas waktu. Efektivitas merupakan konsep yang sangat penting dalam melakukan suatu pekerjaan, karena mampu memberikan gambaran mengenai keberhasilan pekerjaan dalam mencapai suatu tujuan yang menyangkut jawaban atas pertanyaan "Sejauh mana sesuatu yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan terwujudnya suatu tujuan".


Banyaknya aktivitas yang harus dilakukan oleh perawat, menuntut perawat harus dapat mengelola waktunya dengan optimal agar dapat memberikan pelayanan dengan cepat, tepat, dan terstruktur pada setiap pasien yang menjadi tanggungjawabnya. Perawat merupakan salahsatu sumber daya manusia yang keberadannya sangat dibutuhkan di Rumah Sakit karena selain jumlahnya yang dominan (55-60%) juga merupakan profesi yang secara konstan memberikan pelayanan pada pasien selama 24 jam.



Dalam dunia kerja perawat, sering kali diterapkannya sistem sift dengan semua anggota team harus saling memberikan pengertian dalam memanajemen waktu. Jangan sampai teman dalam satu team harus merelakan jam kerja yang berlebih untuk menunggu pergantian sift kerja dengan waktu yang lama, karena itu dapat mempengaruhi beban kerja, konsentrasi dan performa perawat lain.


Tidak hanya saat pergantian sift, dalam melakukan intervensi keperawatan juga dibutuhkannya manajemen waktu yang baik. Karena profesi keperawatan tidak hanya berhubungan dengan orang yang sehat namun juga berhubungan dengan kondisi kesehatan seseorang yang berorientasi pada keberlangsungan nyawa. Profesi keperawatan juga merupakan  profesi kolaborasi, dimana dalam melakukan tindakannya perawat bekerja sama dengan profesi lain seperti dokter, apoteker, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, setiap tindakan harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Maka pelayanan keperawatan perlu ditingkatkan kualitasnya secara terus-menerus.



Selain itu, kedisiplinan perawatan dalam menggunakan waktu juga akan berdampak pada kondisi pasien baik secara fisik maupun psikologis. Karena pasien akan merasa senang bila perawat dapat memberikan asuhan keperawatan dengan memberikan rasa kenyamanan dan keamanan. Maka dari itu proses ini akan sangat membantu dalam proses penyembuhan sakit yang diderita oleh pasien dan perasaan ini timbul karena perawat kehadiran perawat yang selalu ada untuk pasien.


Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan perawat dalam merencanakan aktivitas kerja untuk memaksimal waktu yang ada (Marquis & Houston, 2000) diantaranya :

1. Mempersiapkan semua perlengkapan dan peralatan yang akan dibutuhkan sebelum memulai suatu kegiatan

2. Mengelompokkan kegiatan yang berada di lokasi yang sama dengan tujuan menghemat waktu

3. Menggunakan perkiraan waktu

4. Melakukan pendokumentasian sesegera mungkin setelah kegiatan selesai dlakukan

5. Selalu berusaha untuk mengakhiri pekerjaan tepat waktu




*8 TIPS CARA SUKSES MEMANAJEMEN WAKTU*

 

Writer : Putri Karisa
Editor : Putri Karisa


Read more...
 
Sobat Nurse © 2019